MASKULINTAS DALAM TERJEMAHAN BABAD SUMENEP KARYA H. WERDISASTRO

Authors

  • Anisa Fajriana Oktasari Universitas Madura
  • M. Tauhed Supratman Universitas Madura
  • Ria Kasanova Universitas Madura

DOI:

https://doi.org/10.26499/bebasan.v4i2.65

Keywords:

Maskulinitas, Babad Sumenep, Karya sastra

Abstract

Karya sastra adalah karya seni yang indah dan merupakan pemenuhan kebutuhan manusia terhadap naluri keindahan. Karya sastra dapat memberikan penghayatan bersifat penalaran, tetapi pengetahuan itu dapat menjadi hidup dalam karya sastra. Karya sastra memiliki jiwa karena dianyam dengan rasa. Jiwa dalam karya sastra dibentuk dari berbagi karakteritik tokoh-tokohnya. Hal tersebut bisa ditampakkan salah satunya dengan maskulinitas seorang laki-laki, seperti keberanian dalam kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Ramuk dalam terjemahan Babad Sumenep Karya H. Werdisastro. Pemanfaatan hasil penelitian ini secara teoritis bisa digunakan sebagai bahan pembelajaran maupun referensi dalam pengajaran sastra, sedangkan pemanfaatan secara aplikatif bisa dalam bentuk kegiatan mengidentifikasi karakteristik maskulinitas dalam suatu karya sastra, baik karya sastra yang sifatnya kemaduraan maupun karya sastra yang bersifat umum. Hasil penelitian maskulinitas dalam terjemahan Babad Sumenep Karya H. Werdisastro terdapat kesimpulan meliputi: a). kepemimpinan, (b) kasih sayang, dan (c) perlindungan yang terdiri dari keberanian dan keteguhan hati.

Published

2022-11-29

How to Cite

Anisa Fajriana Oktasari, M. Tauhed Supratman, & Ria Kasanova. (2022). MASKULINTAS DALAM TERJEMAHAN BABAD SUMENEP KARYA H. WERDISASTRO. Jurnal Bébasan, 4(2). https://doi.org/10.26499/bebasan.v4i2.65

Issue

Section

Articles