GURU DAN PENGACARA DALAM CERPEN “GURU” DAN “PERADILAN RAKYAT” KARYA PUTU WIJAYA: ANALISIS MORAL

Authors

  • NURWENI SAPTAWURYANDARI

DOI:

https://doi.org/10.26499/bebasan.v2i2.28

Keywords:

profesionalisme, gigih, konsekuen

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana nilai moral diungkapkan dalam cerpen “Guru” dan “Pengadilan Rakyat” karya Putu Wijaya. Selain itu, juga untuk mengetahui nilai moral apa saja yang diungkapkan dalam cerpen tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yang memaparkan tulisan berdasarkan isi karya sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam cerpen “Guru” dan “Peradilan Rakyat”, terdapat nilai-nilai moral yang diungkapkan melalui sikap, watak, dan perbuatan para tokoh. Melalui cerpen “Guru”, Putu Wijaya menggambarkan bagaimana kegigihan dan keteguhan tokoh Taksu untuk menjadi guru. Meskipun cita-citanya menjadi guru ditentang oleh ayah dan ibunya, Taksu tetap gigih dan konsekuen. Cerpen “Peradilan Rakyat” juga
menggambarkan kegigihan dan konsekuennya tokoh pengacara muda dengan profesionalisme sebagai pengacara.

Published

2022-05-10

How to Cite

SAPTAWURYANDARI, N. . (2022). GURU DAN PENGACARA DALAM CERPEN “GURU” DAN “PERADILAN RAKYAT” KARYA PUTU WIJAYA: ANALISIS MORAL. Jurnal Bébasan, 2(2). https://doi.org/10.26499/bebasan.v2i2.28

Issue

Section

Articles