PANTUN BOGOR: TUNTUTAN REVITALISASI DI TENGAH ARUS MODERNISASI

Authors

  • Sulastri Sulastri

DOI:

https://doi.org/10.26499/bebasan.v1i2.15

Keywords:

pantun Bogor, tradisi lisan, tuntutan revitalisasi

Abstract

Pantun sebagai khazanah tradisi lisan dan bagian dari kekayaan budaya Indonesia mempunyai keistimewaan sendiri, yaitu dimiliki oleh beberapa suku bangsa di Indonesia dengan ciri khas yang berbeda dan fungsi yang tidak selalu sama pula. Salah satunya adalah pantun Bogor. Penelitian mengenai pantun Bogor ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan pantun Bogor, regenerasinya, dan pelestariannya. Pengumpulan data dilakukan dengan pendokumentasian, wawancara, dan pengamatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan keberadaan pantun Bogor saat ini. Pengambilan sampel dilakukan secara nonrandom dengan menjadikan budayawan bogor sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di tengah arus modernisasi masa kini pantun Bogor mengalami “krisis identitas” karena tidak dikenali oleh “ahli waris” tradisi, generasi muda Bogor. “Pewarisan” pantun Bogor tentu saja melibatkan dua pihak, yaitu generasi yang mewariskan dan generasi yang mewarisi. Akan tetapi, proses regenerasi tidak berjalan dengan mudah di tengah arus modernisasi. Tuntutan revitalisasi dengan hibridisasi budayapun seyogianya diwujudkan demi pelestarian tradisi.

Published

2014-12-29

How to Cite

Sulastri, S. (2014). PANTUN BOGOR: TUNTUTAN REVITALISASI DI TENGAH ARUS MODERNISASI. Jurnal Bébasan, 1(2), 98—104. https://doi.org/10.26499/bebasan.v1i2.15

Issue

Section

Articles